Cara Export Daun Pisang Ke Jepang

22-04-2022
(4 kali dilihat)

Cerita anak muda yang sukses mengekspor daun atau gedebok pisang keluar negeri yang sempat viral beberapa waktu lalu bukanlah suatu yang aneh. Karena faktanya memang banyak produk/ komoditi dari Indonesia yang laku dipasarkan diberbagai negara.

Mungkin karena yang diekspor merupakan sesuatu yang selama ini dianggap biasa seperti daun pisang sehingga banyak orang yang terkejut.

Orang pun banyak yang penasaran mencari tahu bagaimana cara ekspor daun pisang ke jepang, cara menjual daun pisang ke luar negeri, cara export daun pisang ke jepang, dll.

Padahal sebenarnya tidak hanya ke Jepang, daun pisang juga di ekspor kebeberapa negara lain seperti Jerman, Australia dll.

Bukan hanya daun pisang, banyak disekitar kita yang selama ini dikategorikan sebagai limbah, seperti bonggol jagung, sekam, sabut kelapa dll. Juga punya pasar tersendiri diluar negeri.

Dan eksportirnya pun banyak yang bukan perusahaan besar, namun UKM ataupun anak-anak muda dengan modal minim yang punya pengetahuan dan keberanian untuk menangkap peluang bisnis ekspor yang menggiurkan tersebut.

Seiring dengan perkembangan teknologi, ekspor yang dulu merupakan suatu yang sulit, yang hanya bisa dilakukan perusahaan-perusahaan besar dengan modal besar dan SDM yang profesional, sekarang menjadi semakin mudah.

Produk yang bisa dipasarkan ke luar negeri pun tidak harus produk pabrikan, namun banyak produk industri kecil, kerajinan bahkan komoditi yang didalam negeri dianggap kurang bernilai bahkan dianggap sebagai limbah bisa dipasarkan ke luar negeri.

Semakin terbukanya arus informasi membuat peluang pasar diluar negeri semakin terbuka, karena banyak negara yang ternyata membutuhkan produk komoditi dari Indonesia. Padahal produk tersebut sangat banyak dan mudah dijumpai di Indonesia.

Seperti misalnya gedebok pisang. Jika dulu ekspor dari Indonesia hanya buah pisangnya, itupun hanya pisang jenis tertentu, ternyata sekarang gedebok pisang yang notebene merupakan limbah pohon pisang cukup diminati dan sudah diekspor keluar negeri.

Dari pohon pisang semua bagian bisa diekspor, baik itu pisangnya, daun maupun gedeboknya. Dan permintaannya pun nggak main-main, dari mulai kwintal an hingga ton-ton an.

Begitu juga dengan limbah jagung, yaitu bonggolnya. Bonggol jagung pun ternyata juga ada peminatnya diluar negeri, bahkan dibeberapa daerah sudah mengekpor bonggol jagung dengan skala tonase dengan menggunakan container.

Ini tentu menjadi kabar baik sekaligus peluang bagus untuk para UKM, Petani ataupun pegiat pemberdayaan masyarakat untuk menggali potensi daerah dan mencoba memasarkan produk  mereka ke pasar Internasional.

 

Apakah ekspor itu sulit? Butuh modal besar? Perhitungan keuntungnya berapa? Produk yang bisa diekspor?

Semua bisa kita pelajari di eksporyuk.com

Gunakan kode EKSPORMUDAH untuk medapatkan diskon khusus.